Kamis, 28 September 2017

Fatal error: Maximum execution time of 300 seconds exceeded with phpMyAdmin

Hal ini terjadi content database tersebut terlalu banyak sehingga program melakukan ekseskusi melebihi  Maximum execution time yang pada error di atas melebihi 300 seconds.
Untuk mengatasi error seperti ini ada dua cara:
1. Membagi database menjadi beberapa bagian sehingga dimungkinkan untuk melakukan berapakali eksekusi yang tidak akan melebihi Maximum execution time dengan hasil sesuai dengan database aslinya. Jika cara 1 ini sulit dilakukan, silahkan lakukan cara kedua, walaupun cara ini tidak dianjurkan.
2. Merubah konfigurasi PHPMyadmin untuk item :
$cfg[‘ExecTimeLimit’] = 300; (karena errornya menginformasikan 300 seconds)
yang terdapat pada C:\xampp\phpMyAdmin\config.inc.php.
Jika tidak ada item ini, bisa terdapat juga di C:\xampp\phpMyAdmin\libraries\config.default.php.
Code:
/**
* maximum execution time in seconds (0 for no limit)
*
* @global integer $cfg[‘ExecTimeLimit’]
*/
$cfg[‘ExecTimeLimit’] = 300;

Cara Memperbesar kapasitas import file pada mysql di phpmyadmin

Pada waktu itu, saya menemui kesulitan ketika akan mengimport database di webserver lokal seperti di xampp dikarenakan ukuran file yang sangat besar. File tersebut kira-kira kapasitasnya 2 MB dan 750 MB, sehingga ketika akan diimport xampp mengeluarkan pesan error. Setelah saya cari-cari di mbah Google akhirnya ketemu yang pas disini. Berikut ini sedikit saya bahas mengenai solusinya.

  Pada awalnya saya mencoba untuk mengimport file yang berkapasitas besar itu ternyata xampp tidak bisa memprosesnya, sehingga muncul notifikasi "No data was received to import. Either no file name was submitted, or the file size exceeded the maximum size permitted by your PHP configuration" seperti dibawah ini.
 Akhirnya saya mengikuti saran disini  dengan mengganti nilai-nilai dari beberapa variable yang ada di php/php.ini di bawah ini :
sebelum di ubah :
post_max_size = 8M
upload_max_filesize = 2M
max_execution_time = 30
max_input_time = 60
memory_limit = 8M


Senin, 25 September 2017

Mempercepat kinerja Apache dan MySQL

 Beberapa hari yang lalu saya mengalami banyak masalah dengan beberapa cms yang saya gunakan di karenakan kehabisan waktu dan memori sehingga cms yang saya instal gagal trinstal atau bahkan waktu menggunakan pun tidak  dapat  meload seluruh halaman dikarenakan sangat berat. nah disini saya akan menunjukan bagaimana mepercepat kinerja dari server lokal yang menggunakan apache dan MySQL di XAMPP.

mempercepat kinerja Apache

Carilah php.ini di folder xampp\php dan edit konfigurasinya seperti ini
max_execution_time = 60;
max_input_time = 120;
memory_limit = 128M;
error_reporting = E_ALL & ~E_NOTICE

Konfigurasi MySQL


Buka my.ini dan edit seperti berikut

# * Fine Tuning
#
key_buffer = 16M
key_buffer_size = 32M
max_allowed_packet = 16M
thread_stack = 512K
thread_cache_size = 8
max_connections = 300

kemudian restart XAMPP nya coba bandingkan kinerja dari server lokal XAMPP anda, apakah ada perubahan jika jawabnya iya maka anda telah berhasil mengkonfigurasikan lokal server XAMPP anda dengan benar.
sumber : http://hanool.blogspot.co.id/2013/09/mempercepat-kinerja-apache-dan-mysql.html

Senin, 08 Mei 2017

Mirroring Drives Pada Windows Server

Mirroring Hardisk adalah salah satu cara untuk membuat backup operating system beserta isinya dalam satu hardisk. Sebetulnya mirroring seolah-olah membuat RAID 1 namun disini akan di gunakan backup operating system.
Dalam melakukan mirroring sebaiknya server dalam keadaan tidak di gunakan untuk file sharing, bekerja dengan ms office atau lainnya. Bila perlu, jangan dikoneksikan ke jaringan.
Cara Melakukan Mirroring Drives
  1. Siapkan Hardisk baru dengan minimal ukuran yang sama dengan hardisk yang akan di mirror(di duplikasi )dan pasang pada server anda.
  2. Buka Disk Management dengan command diskmgmt.msc dari menu Start-Run. Bisa juga dengan klik kanan My Computer dan pilih menu Manage. Klik Disk Management. Akan tampil hardisk yang terpasang yaitu Disk 0 adalah hardisk yang akan di mirror sedangkan Disk 1 adalah hardisk yang akan jadi target hasil mirror.
  3. Ubahlah hardisk 0(Disk 0) dari tipe basic menjadi dynamic dengan cara klik kanan pada disk 0. Ikuti Wizardnya.
  4. Reboot Server Anda.
  5. Lakukan hal pada nomor 3 untuk Hardisk 1 (Disk1). Ubah menjadi Dynamic.
  6. Hapus semua partition pada disk 1 sehingga menjadi unallocated (jika menggunakan harddisk lama. Jika harddisk baru, anda tidak perlu melakukan ini.
  7. Aktifkan partisi yang akan di mirror dengan cara klik. Kemudian klik kanan pada partisi itu(Disk 0) dan pilih menu Add Mirror. Perhatikan gambar di bawah ini :
  8. Pilih lokasi hasil mirror (Disk 1). Klik tombol Add Mirror.
  9. Tunggulah dengan sabar proses mirroring ini.
  10. Jika sudah selesai, Disk 0 akan sama persis dengan disk 1. Akan tampil gambar di bawah ini :
  11. Jika Disk 1 lebih besar dari Disk 0, maka masih akan ada sisa unallocated space.
  12. Langkah selanjutnya adalah “memutus mirorring”. Caranya adalah klik kanan pada disk yang akan di putus, pilih menu breaj Mirrored Volume
  13. Lakukan Shutdown Server anda. Ambil Disk 1 dari server dan dimpan di tempat aman.
  14. Jika disk 0 aktif mengalami kerusakan, cukup Anda ganti dengan Disk 1 hasil Mirroring dan jalankan Serve Anda.
Fungsi mirror ini sebenarnya adalah membiarkan hardisk hasil mirror pada tempatnya. Jadi setiap ada perubahan di disk 0 akan “di copykan”pada Disk 1.

Jika Disk 0 mengalami kerusakan, Disk 1 akan menggantikan fungsi Disk 0 secara otomatis. Jika ingin mengganti Disk 0 yang rusak, cukup melakukan break mirror, shutdown, ganti hardisk baru dan jalankan proses mirror kembali.

Jika Disk 1 diambil, jadilah backup sistem operasi beserta isinya.
Semoga bermanfaat…

sumber : http://panduan-it.com/mirroring-drives-pada-windows-server/