Selasa, 05 November 2019

how to fix windows could not start the ws management service on local computer

Solution:

- Open a command prompt as Administrator (CMD)

- Verify existence of http service:
"sc qc http"

- Change the http service from disabled to automatic:
"sc config http start= auto"

- Start the service:
"net start http"

Senin, 22 Oktober 2018

Mengatasi FlashDisk Corrupted and Unreadable

Suatu ketika kita mungkin pernah mengalami nasib yang naas, seperti tiba-tiba saja kita mengalami kerusakan pada memory card atau USB drive. Tentunya akan membuat kesal, apalagi sangat banyak data penting yang tersimpan didalamnya. Jika pada saat anda mengakses USB disk tersebut dan menemui pesan E:\ is not accessible. The file or directory is corrupted and unreadable, atau bisa dilihat pada gambar, sebaiknya jangan panik dulu atau mengklaim bahwa disk tersebut telah rusak. hal ini bisa disebabkan karena ada kesalahan pada struktur direktori dan file dalam media tersebut. 

Bagaimana cara kita memperbaikinya ?


Yang kita lakukan adalah masuk kedalam mode DOS Prompt, dengan cara klik menu Start lalu pilih RUN dan ketikkan CMD.
Jika prompt sudah tampilkan, kita ketikkan perintah chkdsk e: /r
Huruf yang bertanda merah (e:) menyatakan drive yang ingin kita perbaiki. Bisa saja drive USB drive anda pada drive h: ataupun yang lain. Jadi perhatikan dahulu nama drive USB disk anda. Baru lakukan perintah diatas.

Perintah diatas digunakan untuk memeriksa ulang struktur dari disk yang ada pada drive tujuan. Opsi /r kita pergunakan untuk memperbaiki secara otomatis, jika ada kesalahan struktur. Ketika ditemukan kesalahan akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.

Terkahir perintah chkdsk (check disk) akan menampilkan laporan dari proses perbaikan tersebut. nah sekarang coba akses kembali USB drive anda melalui Windows Explorer. Mudah-mudahan data anda dapat diakses kembali.


sumber : http://aghost3.blogspot.com/2014/02/mengatasi-flashdisk-corrupted-and.html

Sabtu, 23 Juni 2018

Validasi di Android Studio

Disebagian besar aplikasi saat ini, baik itu Web, Desktop ataupun Mobile pasti memiliki form Register. Form register digunakan untuk membuat account baru agar si user dapat dengan mudah mengakses segala fitur yang dipunyai aplikasi (kalian pasti sudah taulah, ini cuma basa basi haha)
Namun bukan itu yang akan saya bahas, yang akan saya bahas adalah bagaimana membuat desain form register di Android. Seperti yang kalian
lihat sekarang ini di Android ada semacam tulisan di EditText yang naik turun ketika kalian akan mengisi formnya.
Ya itu adalah salah satu material design dari Android sendiri. Selain desain yang bagus, dalam satu form pengisian haruslah ada sebuah validasi, seperti contoh pada register harus ada validasi Email, Validasi Password dan Retype password.
Untuk itu, mari kita bahas satu persatu

A. TAMPILAN DESAIN FORM

Pertama – tama kalian harus memasang library desain support di build.gradle (Apps)
compile 'com.android.support:design:23.1.1'
view rawDisain Support hosted with ❤ by GitHub

  Apa fungsi dari library diatas, sebenarnya ada beberapa, tapi yang akan saya bahas disini fungsinya untuk menampilkan di EditText yang naik turun ketika kita akan mengisi EditText.

Kamis, 10 Mei 2018

(Tutorial Android) Push Notification using Firebase Cloud Messaging (FCM)

Firebase Cloud Messaging adalah layanan push notifikasi cross-platform yang dikembangkan oleh Google yang sebelumnya menggantikan GCM, yang memungkinkan kita mengirimkan push notifikasi ke pengguna. Layanan FCM ini sepenuhnya gratis dan tidak dibatasi.

Pada tutorial kali ini saya akan membahas cara mengimplementasikan FCM di Android.

Firebase Cloud Messaging pada umumnya memiliki beberapa tipe notifikasi. Tipe yang akan kita coba pada tutorial ini adalah Notification Message. Tipe notifikasi ini merupakan tipe yang pada umumnya digunakan untuk mengirimkan push notification.

Contoh data yang dikirimkan berupa json sebagai berikut : 
{
    "to": "e1w6hEbZn-8:APA91bEUIb2JewYCIiApsMu5JfI5Ak...",
    "notification": {
        "body": "Hello? This is push notification :)",
        "title": "Push Notification",
        "icon": "ic_launcher"
    }
}

Jumat, 16 Maret 2018

Reset Permission di Windows

I was running Vista with two NTFS partitions (C: and D:), then formatted C: partition and installed Windows 7. The second partition (D:) had some files security set on files and folders.
After Windows 7 was installed, some files on drive D: were not accessible anymore and I was getting “Access Denied”. I tried to right-click/properties on the folders that were not accessible and changed their owner and changed permissions but still some folders were still inaccessible not matter what I did.
After some research, it turned out the tool “cacls” that allows one to display or change ACLs (access control lists) can help to reset ACLs. In Windows 7 it is called “icalcs”.
To reset files permissions, follow these easy 3 steps:
Step 1: Run “cmd” as Administrator.
Note: In MS Windows 8 and above, press the Win+X keys, then choose “Command Prompt (Admin)”.
Step 2: Go to the drive or folder in question, for example:
CD /D D:
Step 3: To reset all the files permissions, type:
icacls * /T /Q /C /RESET
That’s it! After that, the files permissions were reset and I could access them back again.
Very Important note:
Step 3 is irreversible. Make sure you backup the permissions before you proceed!
It is possible that “icacls” might fail. For that try to take ownership of the files first. Just before Step (3), please type the following command:
takeown /R /F *

Source (sumber) : http://lallouslab.net/2009/06/14/resetting-ntfs-files-security-and-permission-in-windows-7/

Kamis, 28 September 2017

Fatal error: Maximum execution time of 300 seconds exceeded with phpMyAdmin

Hal ini terjadi content database tersebut terlalu banyak sehingga program melakukan ekseskusi melebihi  Maximum execution time yang pada error di atas melebihi 300 seconds.
Untuk mengatasi error seperti ini ada dua cara:
1. Membagi database menjadi beberapa bagian sehingga dimungkinkan untuk melakukan berapakali eksekusi yang tidak akan melebihi Maximum execution time dengan hasil sesuai dengan database aslinya. Jika cara 1 ini sulit dilakukan, silahkan lakukan cara kedua, walaupun cara ini tidak dianjurkan.
2. Merubah konfigurasi PHPMyadmin untuk item :
$cfg[‘ExecTimeLimit’] = 300; (karena errornya menginformasikan 300 seconds)
yang terdapat pada C:\xampp\phpMyAdmin\config.inc.php.
Jika tidak ada item ini, bisa terdapat juga di C:\xampp\phpMyAdmin\libraries\config.default.php.
Code:
/**
* maximum execution time in seconds (0 for no limit)
*
* @global integer $cfg[‘ExecTimeLimit’]
*/
$cfg[‘ExecTimeLimit’] = 300;

Cara Memperbesar kapasitas import file pada mysql di phpmyadmin

Pada waktu itu, saya menemui kesulitan ketika akan mengimport database di webserver lokal seperti di xampp dikarenakan ukuran file yang sangat besar. File tersebut kira-kira kapasitasnya 2 MB dan 750 MB, sehingga ketika akan diimport xampp mengeluarkan pesan error. Setelah saya cari-cari di mbah Google akhirnya ketemu yang pas disini. Berikut ini sedikit saya bahas mengenai solusinya.

  Pada awalnya saya mencoba untuk mengimport file yang berkapasitas besar itu ternyata xampp tidak bisa memprosesnya, sehingga muncul notifikasi "No data was received to import. Either no file name was submitted, or the file size exceeded the maximum size permitted by your PHP configuration" seperti dibawah ini.
 Akhirnya saya mengikuti saran disini  dengan mengganti nilai-nilai dari beberapa variable yang ada di php/php.ini di bawah ini :
sebelum di ubah :
post_max_size = 8M
upload_max_filesize = 2M
max_execution_time = 30
max_input_time = 60
memory_limit = 8M